Jumat, 26 Februari 2010

Program Pendataan Anggota PRNU Binong melalui Kartanu

Menyadari akan pentingnya data anggota sebuah organisasi, PRNU Binong saat ini tengah mencanangkan program pembuatan Kartu Anggota NU (Kartanu). Demikian disampaikan oleh Mahfud Badrun SH - Ketua Tanfidziyah NU Ranting Binong disela-sela kegiatan NU-One beberapa waktu lalu.Ia juga menyadari bahwa program pembuatan Kartanu meski terlihat ringan tapi tidak sedikit pula tantangan dan kendalanya, lanjut Mahfud Badrun. 

Kendala yang ditemui dalam program ini antara lain adalah masih belum jelasnya persepsi dan pandangan masyarakat disini bahwa meski secra amaliah diniyah ubudiyah sehari-hari warga atau jamaah adalah hampir semua sama dengan aqidah dan amaliyah NU tapi tidak semua masyarakat mau secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah NU.

Melalui program pembuatan Kartanu yang diharapkan sekaligus bisa menjadi sarana sosialisasii NU inilah diharapkan masyarakat atau jamaah makin terbuka dan bisa menerima akan persamaan-persamaan dalam hal keyakinan dan aqidah yakni Ahlussunnah waljamaah sehingga pada ahirnya jamaah tidak lagi sungkan atau enggan mengakui dirinya NU.

Kendala berikutnya adalah masih dalam hal mis-persepsi bahwa jamaah atau organisasi NU adalah kumpulan para orang-orang alim yang tinggi ilmu agamanya sehingga orang awam atau masarakat biasa tidak pantas masuk sebagai anggota NU. 

Kendala kedua ini telah direspon dengan slogan PRNU Binong yang tertuang dalam program pembuatan kalender taun 2010 yakni "Cinta Ulama, Budaya dan Tradisi sesuai Syar'i".

Slogan atau motto tersebut adalah sebuah jawaban buat ummat bahwa, kita yang tergabung dalam wadah organisasi NU adalah bukan hanya orang-orang Alim/Ulama yang faqih dan menguasai berbagai ilmu agama Islam. Justru karena kesadaran akan keterbatasan diri kitalah maka kita merasa perlu untuk mendekat dan mencintai Ulama dengan bergabung menjadi anggota atau jamaah NU.

1 komentar:

  1. betul pak, bhwa masih bnyak yg beranggapan organisasi NU adalah kumpulan para orang-orang alim yang tinggi ilmu agamanya jd orng awam akan minder untuk gabung d organisasi...dan kadang2 jg ada pengurus yg jaim, kurang dekat dgn anggota yg kurang ilmu agamanya....

    BalasHapus