Senin, 01 November 2010

PRNU Binong Tanamkan budaya cinta Quran melalui Tasmiul (semaan) Quran



“Semakin jauhnya generasi muda dari nilai-nilai Al-Quran dan semakin sedikitnya generasi muda yang mencintai Al-Quran menjadi keprihatinan dan motivasi segenap Pengurus Ranting NU Binong untuk memprakarsai dan memperkenalkan budaya Cinta membaca Al-Quran melalui Tasmiul Quran yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh PRNU Binong pada hari Ahad, 31 Oktober 2010.” Demikian sambutan yang disampaikan oleh Mahfud Badrun, SH MH sebagai tuan rumah sekaligus sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Binong mengawali acara semaan tersebut.
Sementara itu, KH Ahyi Al-Manar Alhafdiz selaku pemimpin semaan menuturkan bahwa dirinya beserta teman-teman hafidz lainnya merasa bersyukur dan senang atas inisiatif PRNU Binong dalam rangka memperkenalkan dan menanamkan budaya cinta membaca Al-Quran sekaligus membantu para hafidz dalam memelihara hafalan mereka atas ayat-ayat Al-Quran karena tantangan dan hambatan hafidz cukup berat di jaman yang serba instan dan di era keterbukaan informasi dan teknologi . Selanjutanya KH Al-Manar juga menyampaiakan pesan akan betapa pentingnya menghormati kemuliaan Al-Quran seperti yang telah diajarkan oleh guru-guru beliau ketika dulu belajar menghafal Al-Quran. Ketika seorang hafidz sedang belajar menghafal Al-Quran lalu tiba-tiba terputus/hilang hafalanya, maka tidak dibenarkan santri tersebut berkata ‘saya lupa hafalan surat Al Baqoroh’ tapi yang dibenarkan dan etikanya adalah ‘Surat Al-Baqoroh/Quran sedang melupakan saya’.
Semaan ini dipimpin oleh lima hafizd yang terdiri dari KH. Ahyi Al-Mannar, Muhammad Iqbal, Abu Bakri, Arif Rokhman dan M. Irfan masing-masing hafidz diberi kesempatan untuk membacakan hafalanya kurang lebih 40 menit dan berhasil membacakan hafalannya sebanyak tepat 4 juz dan berhenti ketika kumandang adzan waktu dzuhur tiba. Usai seaman berlangsung acara dilanjutkan dengan sholat dzuhur berjamaah di lokasi yang sama serta dilanjutkan dengan ramah-tamah dan makan siang bersama.
Halaman yang luas dan teduh dipenuhi oleh pohon-pohon rindang di tempat semaan berlangsung membuat bacaan para hafidz semakin terasa menyejukkan dan menenangkan hati para pendengar dan penyimak sehingga jamaah dan tamu undangan yang mencapai 100 orang lebih tidak beranjak dari tempat mereka menyimak meskipun acara seperti ini adalah baru pertama kali dan masih terhitung langka dilaksanakan di wilayah Binong khususnya. (mks)

3 komentar:

  1. salut , , salut , , pertahankan terus tradisi Ulama dan Kaum Sarungan semoga kami di Pamulang bisa mengikuti jejak kaum nahdliyin Binong sehingga dapat terus bertahan tradisi ini....

    BalasHapus
  2. terima kasih kunjungannya, mohon doanya agar kami senantiasa istiqomah

    BalasHapus
  3. Kegiatan yg bagus... tentu lbh bagus lagi jika mengimplementasikan isinya di masyarakat. Bukan rahasia bahwa kita semua lbh menonjolkan syare'at, kurang menyentuh hakekat, dan melupakan akhlaq. Islam sbg Rahmatan-lilalamin hanya bisa terwujud melalui akhlaq2 kaum muslimin yg mengikuti akhlaq Rasul. PRNU Binong jelas punya tugas berat tuk membangun akhlaq ini, yg hrs dimulai dr para pemimpinnya, agar bisa diterima masyarakat sekitarnya. Dan salah satunya bisa dimulai dg kejujuran, krn masyarakat skrg jauh lbh cerdas dan kritis.

    BalasHapus