Senin, 28 November 2011

Gema Muharram NU Ranting Binong hadirkan Habib Alwi bin Ahmad Shahab dari Ciledug




Sambut tahun baru Islam 1433H Pengurus Ranting NU Binong bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ar-Ridho dan Ponpes Tahfidz Bustanu Mujawwidil Quran (BMQ) tepat pada tanggal 1 Muharram 1433H atau 26 November 2011 menyelenggarakan gema Muharram di areal Ponpes BMQ Kampung Cijengir Kelurahan Binong - Tangerang.

Gema Muharram ini diawali dengan pembacaan dan lantunan Maulid Al-Barzanji oleh tim Hadrah Ponpes BMQ pimpinan Ust. Ramdhani (Al-Hafidz)dan Ust. Erwin Sihabudin dan dihadiri oleh ratusan jamaah baik jamaah NU Ranting Binong maupun jamaah Masjid Al-Ikhwan Cijengir dan sekitarnya.

Ketua Tanfidziyah NU Binong H. Mahfud Badrun, SH MH dalam sambutannya menyatakan rasa syukur karena harapan yang sejak lama diimpikan agar NU Binong memiliki Pesantren kini Alhamdulillah sudah semakin dekat dan nyata akan segera terwujud dengan diajaknya NU Ranting Binong bergabung di Yayasan Pendidikan Islam Ar-Ridho dan Ponpes BMQ.

Ketua NU Ranting Binong juga menyampaikan dua hal besar yang telah dilakukan oleh pendiri NU di masa awal berdirinya yaitu tentang Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 yang dikeluarkan oleh Syiekh KH Hasyim As'ari Rois Akbaru NU yang menjadi cikal bakal lahirnya gerakan heroik 10 November 1945 oleh Bung Tomo dan kawan-kawan sehingga tanggal itu ditetapkan menjadi Hari Pahlawan. Hal besar lain yang telah diperjuangkan oleh pendiri NU adalah peran diplomasi internasional yang dilakukan oleh utusan Komite Hijaz pimpinan KH Wahab Hasbullah menemui raja Arab Saudi dan berhasil meminta kepada raja Arab agar dibebaskannya ummat Islam melaksanakan ibadah di kota Mekkah dan Madinah menurut Madzhab masing-masing dan meminta pula agar makam Rosulullah Muhammad SAW untuk tidak diratakan atau dihancurkan. Atas usaha keras Komite Hijaz itulah hingga saat ini makam Rosulullah masih ada dan bisa diziarahi oleh seluruh ummat Islam se dunia.

Acara inti gema Muharram ini diisi dengan Mau'idzhoh hasanah yang dihadiri oleh KH Abdul Somad dari Setia Budi Jakarta Pusat dan Al-Habib Alwi dan Ahmad Shahab seeta Habib Ahmad Shahab Pemimpin Majelis Jalsatul Musthofa dari Ciledug.

Di penghujung dan penutup gema Muharram, seluruh hadirin menikmati hidangan nasi kebuli kambing yang telah disediakan oleh panitia dengan makan bersama lesehan layaknya santri pondok pesantren ketika makan bersama sehari-hari. (mks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar